Jumat, 14 Oktober 2016

Situs E-Commerce: Grab Bike


A.    Sejarah Perusahaan Grab Taxi
GrabTaxi diciptakan di Malaysia oleh lulusan MBA Harvard Business School, Anthony Tan. Sebelum memulai perusahaan ini pada 2012, Anthony bekerja sebagai kepala marketing di perusahaan keluarganya, Tan Chong & Sons Motor Company. Perusahaan ini dikenal menangani waralaba Nissan dan Subaru, dan mewakili Changan Automobile di Singapura, Indonesia, Thailand, Vietnam, dan Filipina. Perusahaan ini merupakan anak usaha dari perusahaan di Hong Kong, Tan Chong International. Tan Chong & Sons Motor melayani penjualan mobil, namun tidak untuk motor. Usaha tersebut juga melayani perbaikan dan servis mobil.
Di akhir Mei, startup unicorn GrabTaxi membuka layanan GrabBike di Jakarta. GrabTaxi menggelontorkan dana sebesar $340 juta (Rp4,5 triliun) untuk meluncurkan layanan ini. Seperti yang dikemukakan CEO dan Co-Founder GrabTaxi, Anthony Tan, pengguna dapat mencoba layanan ini secara gratis selama hampir dua minggu. GrabBike melaporkan telah mendapat 8.000 pengguna layanan ini dalam seminggu pertama peluncurannya.
Banyak orang bisa saja berpendapat bahwa Anthony memang terlahir sebagai anak konglomerat karena perusahaan keluarganya tersebut. Bagaimanapun, perlu diketahui bahwa Anthony membangun GrabTaxi tanpa adanya campur tangan dari bisnis keluarganya. Ia hanya mendapat bantuan dana dari sang ibu. Di ranah startup transportasi Indonesia, kekuatan Anthony terletak pada sumber daya dan infrastruktur GrabTaxi. Namun ia belum familier dengan kondisi pasar lokal.
Moto Grab adalah Anda lebih dari sekedar “angka” bagi kami. Seperti Anda, kami juga orang-orang Malaysia, Singapura, Indonesia, Thailand, Vietnam, dan Filipina. Anda adalah tetangga kami. Teman. Keluarga. Dan apapun yang kami lakukan, itu untuk membawa kita semua… Maju Bersama.
Cukup aman bagi kami untuk digunakan oleh ibu, saudara perempuan, dan anak-anak perempuan kami sendiri. Oleh karena itu, kami menerapkan beberapa pendekatan berikut:
Ø  Penyaringan
Setiap pengemudi dan kendaraan akan dicek saat registrasi dan wajib mempertahankan bintang penilaian di atas standar minimum yang telah ditetapkan.
Ø  Pelatihan dan Kode Etik
Kami senantiasa meningkatkan system pelatihan dan Kode Etik untuk memastikan layanan yang terbaik.
Ø  Fitur Keamanan
Kami terus berinovasi demi keamanan anda. Bahkan, kami memperkenalkan fitur “Share My Ride” yang pertama di industry.
Ø  Asuransi & Bantuan 24 Jam
Kami melindungi dengan tambahan proteksi kecelakaan pribadi, call center 24 jam, dan tim tanggap darurat.

Tokoh penting:
1)      Antony Tan (CEO)
2)      Aaron Gill (Head of Product)
3)      Kevin Lee (Vice-President, Data and Growth)
4)      Cheryl Goh (Vice-President, Regional Marketing)
5)      Wei Zhu (CTO)
Situs web: grab.co
Tersedia di 22 daerah di enam negara Asia Tenggara
Malaysia
Filipina
Thailand
Singapura
Vietnam
Indonesia
Kuala Lumpur
Manila
Bangkok
Singapura
Ho Chi Minh
Jakarta
Putrajaya
Cebu
Pattaya

Hanoi

Selangor
Davao
Chiang Rai

Ðà Nång

Negeri Sembila
Iloilo
Phuket



Johor
Baguio




Bahru





Malaka





Penang





Kuching





Kota Kinabalu







B.     Sosialisasi Grab Bike di Indonesia
Grab (sebelumnya dikenal Sebagai Grab Taxi) adalah sebuah perusahaan yang melayani aplikasi penyedia transportasi dan tersedia di enam negara di Asia Tenggara, yakni Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, Indonesia dan Filipina. Grab memiliki visi untuk merevolusi industry pertaksian di Asia Tenggara. Hingga bulan Maret 2015, jumlah pengguna Grab mencapai 3,8 juta pengguna. Grab tersedia untuk system operasi Android, iOS, dan Blackberry. Di Indonesia, Grab melayani pemesanan kendaraan seperti ojek, mobil, dan taksi. Saat ini Grab tersedia di seluruh Jakarta dan sekitarnya.
Sosialiasi yang dilakukan oleh pihak GrabBike yaitu penjelasan dan pendekatan lisan bahwa GrabBike hadir bukan sebagai pesaing para ojek pangkalan, melainkan untuk merangkul ojek pangkalan agar bisa bergabung di Grabbike dan menikmati rangkaian keuntungan yang bisa didapatkan selama mengemban karier menjadi driver GrabBike.Lewat proses sosialisasi tersebut, memang tidak sedikit ojek pangkalan yang mengubah pikiran mereka untuk bergabung dengan Grabbike.

C.    System Perekrutan
Grabbike merupakan ojek online yang bisa dipesan melalui smartphone. Kali ini Grabbike akan membuka pendaftaran skala besar pada tanggal 1 September 2015.Layanan transportasi sepeda motor GrabBike hari ini (12/8) secara resmi melakukan proses perekrutan massal bertajuk GrabBike Kingdom untuk armadanya. GrabBike menggelar walk-in registration bagi para calon driver yang ingin terdaftar. Pihak GrabBike mencatat sekitar 3500 calon driver yang telah melakukan pendataan, dan 5000 lainnya yang melakukan walk-in registration.
Sebanyak lebih dari tiga ribu calon driver yang hadir melakukan serangkaian tahap seleksi dengan menerapkan sistem standarisasi penerimaan. Seleksi tahap pertama terdiri dari dari uji kelayakan kendaraan, pemenuhan detil informasi pribadi, dan pembagiansmartphone. Seleksi tahap kedua melingkupi penggunaan aplikasi dan smartphonedengan lebih komprehensif. Tahap akhir ialah pelatihan dan penyuluhan berkendara aman dan prosedur antar-jemput lainnya yang ditandai dengan penyerahan atribut sebagai tanda resminya driver tergabung dalam keluarga besar GrabBike.
Sebagai bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia, GrabBike memiliki komitmen untuk menciptakan layanan transportasi ojek yang aman dan efisien di tanah air. dan kami menyambut siapa saja yang ingin menjadi bagian keluarga GrabBike. Oleh karena itu kami selalu menerapkan standar pada layanan kami, di mana melalui proses penerimaan ini kami dapat menyaring para calon pengendara dan memberi mereka pelatihan yang memadai.
Driver yang telah mengikuti seleksi dapat langsung menerima pemesanan hari ini juga, sementara lima ribu calon driver lainnya yang melakukan walk-in registration perlu menunggu beberapa minggu lagi.
Menurut Kiki, waktu tersebut dibutuhkan bagi pihaknya untuk melakukan pendataan latar belakang dan kelayakan untuk mengikuti tahap selanjutnya. Selain kendaraan pribadi, Surat Izin Mengemudi (SIM) dinyatakan sebagai syarat utama yang tak dapat dinegosiasi. Pihaknya juga menerapkan batas usia maksimal pelamar yakni berumur 50 tahun. Berumur di atas itu akan ada serangkaian tes medis untuk membuktikan kesehatan drivermereka.
Dengan amunisi baru ini, GrabBike berusaha segera menguasai pasar transportasi di Ibukota. Sementara kompetitornya memiliki berbagai macam layanan, GrabBike mengambil momentum ini berusaha menjadi layanan transportasi berbasis sepeda motor yang terbaik di Jakarta dan sekitarnya.
Adapun persyaratan - persyaratannya yang harus dipenuhu sebagai berikut:
  • KTP dan Fotocopy (JABODETABEK)
  • SIM C dan Fotocopy
  • Umur maksimal untuk menjadi driver grabbike 50 tahun
  • Siapkan Materai Rp. 6000 cukup 1 lembar
  • Uang Rp. 100.000,-
  • Motor dengan kondisi prima
  • Mampu membawa penumpang di sekitar Jabodetabek
  • Mengenal jalan JABODETABEK ( merupakan option karena nanti akan dibekali smartphone bisa menggunakan GPS googlemap)
  • Skck asli dan fotocopy harus di bawa untuk ditunjukkan kepada staf grabbike.
  • Bagi yang berumur 50 tahun keatas diusahakan membawa surat keterangan sehat dari dokter.
  • Pada saat pengambilan atribut motor dan kelengkapan wajib standar.
Memberikan Jaminan pilih salah satu bisa berupa:
  • Kartu keluarga
  • Ijasah
  • Bpkb
  • Buku nikah

D.    Pelayanan GrabBike
Aplikasi ini akan mengkalkulasi biaya berdasarkan jarak yang ditempuh dan dapat menentukan besarnya tip yang ingin diberikan kepada pengemudi. Pengguna juga dapat memberi catatan pada pengemudi tentang lokasi menunggu atau barang bawaan tambahan.
Mengenai keamanan pelanggan dibenarkan salah seorang staff GrabBike yang tak ingin disebutkan namanya. Dia mengatakan, GrabBike punya sistem yang ketat untuk mengawasi drivernya. Bahkan, GrabBike tak segan memberikan sanksi kepada driver yang ugal-ugalan.
Jika dilihat dari komunikasi antar muka aplikasi GrabBike di ponsel pintar, pelanggan diberikan kesempatan untuk memberikan komentar, kritik dan saran bagi drivernya. Tak hanya itu, nama driver, nomer handphone serta plat kendaraan yang dimiliki pun terpampang jelas.
Pelanggan bisa melaporkan driver ketika ia mendapatkan perlakuan tak enak. "Pasti langsung hari itu juga dipanggil dan diproses," tutupnya.

E.     Sistem Gaji dan Bonus
Sistem bagi hasil di grabbike adalah 90% untuk driver dan 10% untuk perusahaan. Serta bonus setiap kali mengantar / order penumpang serta bonus akan diberikan minimal jika mendapat 10 Order / penumpang.

F.     Pengalaman Pengguna Grab Bike
Untuk memesan GrabBike, pengguna diharuskan mengunduh aplikasi GrabTaxi. Aplikasi ini terhubung dengan GPS smartphone untuk mengetahui lokasi pengguna, dan cukup akurat.
Layanan aplikasi GrabBike ternyata primadona bagi kaum Hawa, khususnya bagi mereka pekerja kantoran. Layanan jasa ini dinilai memberikan keamanan yang terjamin.
"Data dari kantor lebih banyak perempuan. Hampir 60 persen lebih perempuan yang naik GrabBike. Biasanya saya dapat penumpang habis pulang kantor malam," kata salah satu driver GrabBike.
Kaum wanita memilih layanan karena sistem keamanan terjamin. Tiap data driver sudah disimpan di kantor. Bahkan, untuk mengawasi drivernya, GrabBike menahan barang berharga milik driver sebagai jaminan.
Promo yang sedang digencarkan GrabBike menambah permintaan pelanggan. Meski pelanggan membayar murah, namun driver tetap mendapat harga penuh dari kantor.
"Karena murah, cuma Rp 15 ribu sudah bisa kemana-mana.” Jelas salah satu pelanggan.  

G.    Persaingan di Pasar Lokal
Untuk saat ini, adil rasanya mengatakan Go-Jek memiliki poin lebih dibandingkan GrabBike. Go-Jek telah memiliki setidaknya 2.500 armada ojek di Jakarta, dan “ojek jaket hijau” telah familier untuk masyarakat di ibukota. Go-Jek telah lama membangun infrastruktur untuk menyediakan berbagai layanan, termasuk layanan kurir, belanka, dan pengantaran makanan yang disebut Go-Food (yang menjadi pesaing dari FoodPanda). Go-Jek juga telah merambah bisnis ke daerah lain seperti Bandung, Bali, dan Surabaya.
Namun, Anthony Tan dan GrabTaxi miliknya tidak bisa dipandang sebelah mata. Dengan banyaknya dana dan reputasi besar, GrabBike juga berpotensi mengungguli Go-Jek jika mengembangkan teknologi yang lebih bagus, merekrut lebih banyak pengemudi, dan menggencarkan upayamarketing. Semua hal tersebut tentunya bisa dilakukan dengan mudah oleh perusahaan sekelas GrabTaxi. Semuanya tergantung dari seberapa besar Anthony Tan ingin menyaingi Go-Jek di Indonesia

Sumber:


Tidak ada komentar:

Posting Komentar