Kamis, 04 Desember 2014

Manajemen Pemasaran

Assalamualaikum Wr.Wb.
Postingan kali ini saya akan membahas sedikit tentang pemasaran. Selamat membaca~~


Mengapa manajemen pemasaran sering disebut juga sebagai manajemen permintaan?

“Manajemen pemasaran adalah suatu analisis, perencanaan, implementasi, dan pengendalian dari program-program yang dirancang untuk menciptakan, membangun dan mempertahankan pertukaran yang bermanfaat dengan pembeli untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi, oleh karena itu manajemen pemasaran sering disebut juga sebagai manajemen permintaan.”

Perbedaan Kebutuhan Dan Keinginan Berdasarkan Konsep Inti Pemasaran

Kebutuhan manusia adalah suatu keadaan dirasakannya ketiadaan kepuasan dasar tertentu . Orang membutuhkan pangan, sandang, rumah, rasa aman, rasa memiliki, harga diri dan lain-lain untuk tetap hidup. Kebutuhan-kebutuhan ini tidak diciptakan oleh masyarakat atau oleh para pemasar, kebutuhan ini sudah ada dan terlekat dalam tubuh dan kondisi manusia. Kebutuhan dalam konsep pemasaran  merupakan suatu hal yang penting baik bagi konsumen maupun pemasar karena dari kebutuhan-kebutuhan tersebutlah terciptanya produk yang akan di pasarkan kepada konsumen sehingga sangat berkaitan dengan pemasar.
Keinginan adalah kehendak yang kuat akan pemuas spesifik terhadap kebutuhan-kebutuhan yang lebih mendalam tadi. Keinginan merupakan suatu hal yang diinginkan dan diharapkan agar dapat memperoleh sesuatu yang di dambakan baik oleh konsumen maupun pemasar sendiri, karena seorang pemasar berkeinginana untuk bisa memuaskan konsumen serta  dapat memajukan perusahaannya.

Perbedaan Pasar Dan Pemasaran

Pengertian Pasar

Pengertian “pasar” semula adalah tempat dimana pembeli dan penjual berkumpul untuk mempertukarkan barang- barang mereka atau lebih jelasnya tempat pertemuan pembeli dan penjual. Ekonom menggunakan istilah tersebut untuk mengacu pada sekumpulan pembeli dan penjual yang melakukan transaksi atas produk atau kelas produk tertentu. Pengertian pasar menurut konsep pemasaran dipandang sebagai sasaran atau tujuan kegiatan pemasaran . oleh karena itu, pengertian menurut konsep pemasaran bukan bersifat tempat yang statis.Pengertian pasar menurut pemasaran adalah:

Pasar adalah kelompok individual (perorangan maupun organisasi) yang mempunyai permintaan terhadap barang tertentu, berdaya beli, dan berniat merealisasikan pembelian tersebut.

Pasar terdiri dari semua pelanggan potensial yang memiliki kebutuhan atau keinginan tertentu yang sama. Yang mungkin bersedian dan mampu melaksanakan pertukaran untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan itu.

Atas dasar perilaku tujuan pembeliannya, pasar dibedakan menjadi dalam dua kelompok. Yaitu pasar konsumen akhir (end users) dan pasar konsumen antara (intermediate consumers).

Pasar konsumen akhir sering hanya disebut sebagai pasar konsumen, meliputi pribadi atau rumah tangga. Tujuan pasar konsumen mengkonsumsi barang adalah untuk keprluan sendiri dan untuk rumah tangganya.pasar konsumen antara sering dikenal sebagai pasar produsen, pasar industrial atau pasar organisasional. Tujuan pasar industrial mengkonsumsi barang adalah untuk keperluan (diproses atau dijual) pihak lain.


Pengertian Pemasaran

Jika harus mendefinisikan pemasaran, kebanyakan orang, mengatakan pemasaran artinya “penjualan” atau “periklanan”. Penjualan atau periklanan hanyalah “the tip of the marketing iceberg”. Penjulan atau periklanan hanyalah salah satu dari erbagai fungsi pemasaran, dan seringkali bukan merupakan bagian terpenting.

Pemasaran dalam pengertiannya yang lebih luas, didefinisikan sebagai semua kegiatan yang dirancang untuk mendorong dan mengelola segala pertukaran untuk memuaskan keinginan dan kebutuhan kita.

Dari perspektif bisnis yang lebih sempit pemasaran dapat didefinisikan sebagai sebuah keseluruhan sistem kegiatan bisnis yang dirancang untuk menyediakan sesuatu bagi kelompok, individu, atau organisasi yang memuaskan mereka, guna mencapai tujuan organisasi. Oeh karena itu, pemasaran dalam situasi bisnis bersifat dapat dikelola, merupakan suatu sistem, melibatkan produk, promosi, penetapan harga, dan distribusi (yang perlu di koordinasi), dan dirancang untuk memberikan sesuatu yang memuaskan atau nilai kepada suatu kelompok (pasar sasaran), dan dalam rangka mencapai tujuan organisasi/ individu).

Asosiasi Pemasaran Amerika menyatakan bahwa pemasaran adalah suatu fungsi organisasi dan seperangkat proses untuk menciptakan, mengomunikasikan, dan menyerahkan nilai kepada pelanggan dan mengelola hubungan pelanggan dengan cara yang menguntungkan organisasi dan para pemilik sahamnya.

Definisi pemasaran yang paling sesuai secara umum adalah suatu proses sosial dan manajerial yang didalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain.

Definisi pemasaran ini bersandar pada konsep inti berikut: kebutuhan (needs), keinginan (wants), dan permintaan (demands); produk (barang, jasa, dan gagasan); nilai, biaya, dan kepuasan; pertukaran; dan transaksi; hubungan dan jaringan; pasar; serta pemasar dan prospek.


Marketing Mix

Pengertian marketing Mix Secara bahasa adalah Bauran Pemasaran, sedangkan menurut istilah marketing Mix adalah strategi pemasaran yang di laksanakan secara terpadu atau strategi pemasaran yang di lakukan secara bersamaan dalam menerapkan elemen strategi yang ada dalam marketing Mix itu sendiri.

Pengertian Marketing Mix menurut pakar marketing dunia yaitu Kotler dan Amstrong pada tahun 1997 berbunyi :“ Marketing mix as the set of controllable marketing variables that the firm bleads to produce the response it wants in the target market”

Bahasa indonesianya kurang lebih : ” Marketing Mix adalah sekumpulan variable – variabel pemasaran yang dapat dikendalikan, yang digunakan oleh perusahaan untuk mengejar tingkat penjualan yang diinginkan dalam target pemasaran“

Marketing Mix sendiri didalamnya terdapat beberapa elemen marketing kalau jaman dahulu dikenal dengan unsur 4P , namun seiring berkembangnya jaman makin modern kini ada yang mengatakan marketing mix ada 7P artinya ada penambahan Tiga strategi lagi. bukan perkara salah atau benar dari kedua pendapat di atas tapi yang namanya strategi menurut saya kita bebas menambahkan selama apa yang ditambahkan bisa menjadikan strategi pemasaran yang kita lakukan semakin hebat.

Apa saja unsur – unsur marketing Mix baik 4P atau 7P tersebut, berikut disebutkan :

1.           Produk
2.           Price
3.           Promotion
4.           Place
5.           Partisipant/ People
6.           Proses
7.           Physical Evidence


Sumber:






Minggu, 30 November 2014

Akuntansi

Assalamualaikum Wr.Wb.
Untuk postingan kali ini, saya akan membahas sedikit tentang akuntansi dan jenis-jenis bidang akuntansi. Selamat membaca~~


Seperti postingan saya sebelumnya, alasan saya memilih akuntansi adalah karena saya sangat ingin mengusai bidang akuntansi dan bekerja sebagai akuntan yang professional nantinya. Manfaat yang saya harapkan dari bidang akuntansi tentu banyak. Karena Akuntansi terlibat dalam hampir segala sesuatu dalam hidup kita apakah kita tahu atau tidak, dan pentingnya kadang-kadang bisa dilupakan. Semuanya kebutuhan akuntansi. Dari makanan yang Anda makan, ke perusahaan tempat Anda bekerja, atau bahkan musik yang Anda dengar di radio, akuntansi dibutuhkan dan terlibat dalam semua hal langkah-langkah produksi atau operasi.

Sebuah tindakan akuntan, agregat dan laporan informasi keuangan yang diperlukan untuk kepentingan pengambilan keputusan oleh manajer organisasi, pemilik, investor, instansi pemerintah dan pengguna lainnya. Dari pernyataan sebelumnya, kita bisa melihat indikasi yang menunjukkan bagaimana akuntansi penting dalam karir. Semuanya kebutuhan akuntansi. Apakah Anda seorang dokter, atau pekerja kantor biasa, Anda masih perlu bermain dengan angka dan memperhitungkan biaya hal-hal yang Anda gunakan atau digunakan oleh orang lain. Saya berharap pula akuntansi dapat mengelola dan mengendalikan keuangan pribadi, karena itu merupakan hal penting bagi semua orang.


Jenis-Jenis Bidang Akuntansi:

1.           Akuntansi Keuangan (Financial atau General Accounting) menyangkut pencatatan transaksi-transaksi suatu perusahaan dan penyusunan laporan berkala dimana laporan tersebut dapat memberikan informasi yang berguna bagi manajemen, para pemilik dan kreditor.

2.           Pemeriksaan Akuntansi (Auditing)  merupakan suatu bidang yang menyangkut pemeriksaan laporan-laporan keuangan melalui catatan akuntansi secara bebas yaitu laporan keuangan tersebut diperiksa mengenai kejujuran dan kebenarannya.

3.            Akuntansi Manajemen (Management Accounting) merupakan bidang akuntansi yang menggunakan baik data historis maupun data data taksiran dalam membantu manajemen untuk merencanakan operasi-operasi dimasa yang akan datang.

4.            Akuntansi Perpajakan (Tax Accounting) mencakup penyusunan laporan-laporan pajak dan pertimbangan tentang konsekuensi-konsekuensi dari transaksi-transaksi perusahaan yang akan terjadi.

5.            Akuntansi Budgeter (Budgetary Accounting) merupakan bidang akuntansi yang merencanakan operasi-operasi keuangan (anggaran) untuk suatu periode dan memberikan perbandingan antara operasi-operasi yang sebenarnya dengan operasi yang direncanakan.



Laporan Keuangan Dan Syarat-Syaratnya:

Laporan keuangan adalah catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan tersebut. Laporan keuangan adalah bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi :
·         Neraca
·         Laporan laba rugi komprehensif
·         Laporan perubahan ekuitas
·         Laporan perubahan posisi keuangan yang dapat disajikan berupa laporan arus kas atau laporan arus dana
·         Catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan


Syarat-Syarat Laporan Keuangan:

1.            Relevan artinya bahwa informasi yang dijadikan harus ada hubungan dengan pihak-pihak yang memerlukan untuk mengambil keputusan.
2.            Dapat dimengerti artinya bahwa laporan keuangan yang disusun berdasarkan secara jelas dan mudah difahami oleh para pemakainya.
3.            Daya uji artinya bahwa laporan keuangan yang disusun berdasarkan konsep-konsep dasar akuntansidan prinsip-prinsip akuntansi yang dianut, sehingga dapat diuji kebenarannya oleh pihak lain.
4.            Netral artinya bahwa laporan keuangan yang disajikan bersifat umum, objektif dan tidak memihak pada kepentingan pemakai tertentu.
5.            Tepat waktu artinya bahwa laporan keuangan harus di sajikan tepat pada waktunya .
6.            Daya banding artinya bahwa perbandingan laporan keuangan dapat diadakan baik antara laporan perusahaan dalam tahun tertentu dengan tahun sebelumnya atau laporan keuangan perusahaan tertentu dengan perusahaan lain pada tahun yang sama.
7.            Lengkap artinya bahwa laporan keuangan yang disusun harus memenuhi syarat-syarat tersebut diatas dan tidak menyesatkan pembaca.



Sumber:




Senin, 24 November 2014

Kewiraswastaan, Wiraswasta, Wiraswastawan

Assalamualaikum Wr.Wb.
Pada postingan kali ini, saya akan membahas tentang wirausaha. Semoga bisa memberi manfaat bagi kalian yang membaca. Happy reading~

Kewiraswastaan, Wiraswasta, Wiraswastawan
1.           Kewiraswastaan adalah suatu profesi yang timbul karena interaksi antara ilmu pengetahuan yang diperoleh dari pendidikan formal dengan seni yang hanya dapat diperoleh  dari suatu rangkaian kerja yang diberikan dalam praktik.
2.           Wiraswasta adalah orang yang mempunyai kemampuan melihat dan menilai kesempatan-kesempatan bisnis, mengumpulkan sumber-sumber daya yang dibutuhkan guna mengambil keuntungan darinya serta mengambil tindakan yang tepat, guna memastikan kesuksesan.
3.           Kewiraswastawan adalah semangat, perilaku dan kemampuan untuk memberikan tanggapan yang positif terhadap peluang memperoleh keuntungan untuk diri sendiri atau pelayanan yang baik pada masyarakat, dengan selalu mencari pelanggan lebih banyak dan melayani pelanggan lebih baik, serta menciptakan dan menyediakan produk yang lebih bermanfaat dan menerapkan cara kerja yang lebih efisien, melalui keberanian mengambil resiko, kreatifitas dan inovasi serta kemampuan manajemen.

Perbedaan Ciri Perusahaan Besar dan Perusahaan Kecil

PERUSAHAAN KECIL

1.           Pada umumnya dikelola/dipimpin sendiri oleh pemiliknya.
2.           Struktur organisasinya sederhana dan masih banyak perangkapan tugas/jabatan pada seseorang.
3.           Persentase kegagalan usaha relatif cukup tinggi.
4.           Sulit untuk mengembangkan usaha dikarenakan sulit memperoleh pinjaman dengan syarat lunak.
Contoh: Ouval Research, Le Monde, Mimsy, PeterSaysDenim, dan Al Madad.

PERUSAHAAN BESAR

1.           Pada umumnya dikelola/dipimpin oleh manajer profesional (bukan pemiliknya)
2.           Struktur organisasinya kompleks dan sudah ada spesialisasi pekerjaan.
3.           Persentase kegagalan usaha relatif rendah.
4.           Modal jangka panjang relatif lebih mudah diperoleh untuk pengembangan usaha.
Contoh: Bank Rakyat Indonesia, Telkom Indonesia, Perusahaan Gas Negara, Bank Negara Indonesia, dan PT Gudang Garam.

Contoh Franchise Lokal dan Franchise Asing

Contoh Franchise Lokal:

1.           APOTEK K24
2.           SABANA Fried Chicken
3.           Seaside Suki
4.           Indomaret
5.           VENETA SYSTEM
6.           Coffee Toffee
7.           Robotics Education Centre
8.           LJ Hooker
9.           Asia Wisata
10.        Bambu Spa

Contoh Franchise Asing:

1.           Ya Kun International Pte (Singapura)
2.           Bachmann Enterprises Pte Ltd (Singapura)
3.           SFBI Asia Pasific (Singapura)
4.           Bachmann Enterprises Pte Ltd (Singapura)
5.           Europcar International (Prancis)
6.           General Nutrition International, Inc (Florida, AS)
7.           MOS Burger, Inc (Jepang)
8.           McDonald's International Property Company Ltd (Wilmington, AS)
9.           Spinelli Pte Ltd (Singapura)
10.        Marché Restaurtants (Swiss)


Keuntungan dan Kerugian Franchise

Keuntungan:

1.           Adanya program-program pelatihan dari Fanchisor (yang punya perusahaan) sehingga kurangnya skill dapat di tanggulangi.
2.           Secara psikologis pihak Franchisee akan berusaha untuk dapat memajukan bisnisnya itu di samping mendapat bantuan dan bimbingan yang terus menerus dari pihak franchisor karena merasa telah memiliki perusaan yang besar.
3.           Populer seketika.
4.           Karena sudah populer maka tentu saja perusahaan baru tersebut tidak butuh dana besar untuk promo atau dana untuk kegagalan yang biasa dialami oleh perusaan yang baru berdiri.
5.           Seringkali pihak franchisee menerima juga bantuan-bantuan berikut ini:
a)           Penyeleksian tempat,
b)           Persiapan rencana perbaikan model gedung sehingga sesuai dengan rencana tata kota atau ketentuan lainnya yang berlaku,
c)           Perolehan dana untuk sebahagian biaya akuisisi dari bisnis yang difranchisekan,
d)           Pelatihan staff,
e)           Pembelian peralatan,
f)            Seleksi dan pembelian suku cadang,
g)           Bantuan pembukaan bisnis dan menjalankannya dengan lancar.
6.           Iklan yang ditayangkan di TV, di billboard atau dimanapun mewakili seluruh jaringan Franchise,
7.           Keuntungan bagi franchisee dari adanya daya beli yang besar dan negosiasi yang dilakukan pihak franchisor atas nama seluruh jaringan franchisee,
8.           Risiko dalam bisnis franchise umumnya kecil
9.           Franchise mendapatkan hak untuk menggunakan merek dagang, paten, hak cipta, rahasia dagang, serta proses, formula dn resep rahasia milik franchisor,
10.        Franchisee memperoleh jasa-jasa dari staff lapangan pihak franchisor,
11.        Franchisee mengambil mamfaat dari hasil riset yang dilakukan secara terus-menerus oleh franchisor, sehingga dapat memperkuat daya saing.
12.        Informasi dan pengalaman dari seluruh jaraingan franchisee yang ada lewat franchisor dapat disebarkan ke seluruh jaringan yang ada.
13.        Seringkali terdapat jaminan exclusivitas bagi franchisee untuk bergerak dalam usaha yang bersangkutan dalam sesuatu territorial tertentu.
14.        Lebih mudah bagi franchisee untuk memperoleh dana dari penyandang dana karena nama besar dan keberhasilan dari pihak franchisor.

Kerugian:

1.           Peran yang dimainkan oleh Franchisor sangat besar dengan kontrol yang tinggi sehingga pihak franchisee hilang kemandiriannya;
2.           Pihak franchisee harus membayar berbagai macam fee kepada pihak franchisor, yang terms and conditionsnya therefore harus jelas dan dinegosiasi siapa yang harus memikul biaya tersebut:
a)           Royalty; pembayaran oleh pihak franchisee kepada pihak franchisor sebagai imbalan dari pemakaian hak franchise oleh franchisee.
b)           Franchise fee: biasanya dilakukan sekali saja dan dengan jumlah tertentu pada saat penandatangan akte franchise,
c)           Direct expenses: Biaya langsung yang harus dikeluarkan sehubungan dengan pembukaan/ pengembangan suatu bisnis franchise seperti biaya pemodokan pihak yang akan menjadi pelatih dan feenya, biaya pelatihan dan biaya pada saat pembukaan;
d)           Biaya sewa: apabila franchisor menyediakan tempat bisnis,
e)           Marketing dan advertising fees; Karena franchisor yang melakukan marketing dan iklan, maka pihak franchisee mesti juga ikut menanggung beban biaya tersebut dengan menghitungnya baik secara persentase dari omset penjualan ataupun jika ada marketing atau iklan tertentu.
f)            Assignment fees; biaya yang harus dibayar oleh pihak franchisee kepada pihak franchisor jika pihak franchisee tersebut mengalihkan bisnisnya kepada pihak lain biasanya untuk kepentingan persiapan pembuatan perjanjian penyerahan, pelatihan pemegang franchise yang baru dsb.
3.           Kesukaran dalam menilai kualitas franchisor;
4.           Biasanya kontrak franchise berisikan juga pembatasan-pembatasan terhadap bisnis franchise dan ruang gerak dari pihak franchisor,
5.           Kebijakan-kebijakan pihak franchisor tidak selamanya berkenaan di hati pihak franchisee,
6.           Franchisor bisa jadi membuat kesalahan dalam kebijakannya,
7.           Turunnya reputasi dan citra dari merek bisnis franchisor karena alasan yang tidak terduga-duga sebelumnya.

Sumber: