Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh…
Pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang jenis-jenis system ekonomi beserta pengertiannya. Semoga informasi ini dapat bermanfaat untuk semua. Selamat membaca…
1. Merkantilisme
Merkantilisme adalah suatu teori ekonomi yang menyatakan bahwa kesejahteraan suatu negara hanya ditentukan oleh banyaknya aset atau modal yang disimpan oleh negara yang bersangkutan, dan bahwa besarnya volum perdagangan global teramat sangat penting. Aset ekonomi atau modal negara dapat digambarkan secara nyata dengan jumlah kapital (mineral berharga, terutama emas maupun komoditas lainnya) yang dimiliki oleh negara dan modal ini bisa diperbesar jumlahnya dengan meningkatkan ekspor dan mencegah (sebisanya) impor sehingga neraca perdagangan dengan negara lain akan selalu positif. Merkantilisme mengajarkan bahwa pemerintahan suatu negara harus mencapai tujuan ini dengan melakukan perlindungan terhadap perekonomiannya, dengan mendorong eksport (dengan banyak insentif) dan mengurangi import (biasanya dengan pemberlakuan tarif yang besar). Kebijakan ekonomi yang bekerja dengan mekanisme seperti inilah yang dinamakan dengan sistem ekonomi merkantilisme.
Ajaran merkantilisme dominan sekali diajarkan di seluruh sekolah Eropa pada awal periode modern (dari abad ke-16 sampai ke-18, era dimana kesadaran bernegara sudah mulai timbul). Peristiwa ini memicu, untuk pertama kalinya, intervensi suatu negara dalam mengatur perekonomiannya yang akhirnya pada zaman ini pula sistem kapitalisme mulai lahir. Kebutuhan akan pasar yang diajarkan oleh teori merkantilisme akhirnya mendorong terjadinya banyak peperangan dikalangan negara Eropa dan era imperialisme Eropa akhirnya dimulai. Sistem ekonomi merkantilisme mulai menghilang pada akhir abad ke-18, seiring dengan munculnya teori ekonomi baru yang diajukan oleh Adam Smith dalam bukunya The Wealth of Nations, ketika sistem ekonomi baru diadopsi oleh Inggris, yang notabene saat itu adalah negara industri terbesar di dunia.
2. Kapitalisme
Kapitalisme atau Kapital adalah sistem ekonomi di mana perdagangan, industri dan alat-alat produksi dikendalikan oleh pemilik swasta dengan tujuan membuat keuntungan dalam ekonomi pasar. Pemilik modal bisa melakukan usahanya untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya. Demi prinsip tersebut, maka pemerintah tidak dapat melakukan intervensi pasar guna keuntungan bersama, tapi intervensi pemerintah dilakukan secara besar-besaran untuk kepentingan-kepentingan pribadi.
Walaupun demikian, kapitalisme sebenarnya tidak memiliki definisi universal yang bisa diterima secara luas. Beberapa ahli mendefinisikan kapitalisme sebagai sebuah sistem yang mulai berlaku di Eropa pada abad ke-16 hingga abad ke-19, yaitu pada masa perkembangan perbankan komersial Eropa di mana sekelompok individu maupun kelompok dapat bertindak sebagai suatu badan tertentu yang dapat memiliki maupun melakukan perdagangan benda milik pribadi, terutama barang modal, seperti tanah dan manusia guna proses perubahan dari barang modal ke barang jadi. Untuk mendapatkan modal-modal tersebut, para kapitalis harus mendapatkan bahan baku dan mesin dahulu, baru buruh sebagai operator mesin dan juga untuk mendapatkan nilai lebih dari bahan baku tersebut.
Kapitalisme memiliki sejarah yang panjang, yaitu sejak ditemukannya sistem perniagaan yang dilakukan oleh pihak swasta. Di Eropa, hal ini dikenal dengan sebutan guild sebagai cikal bakal kapitalisme. Saat ini, kapitalisme tidak hanya dipandang sebagai suatu pandangan hidup yang menginginkan keuntungan belaka. Peleburan kapitalisme dengansosialisme tanpa adanya pengubahan menjadikan kapitalisme lebih lunak daripada dua atau tiga abad yang lalu.
Istilah kapitalisme, dalam arti modern, sering dikaitkan dengan Karl Marx. Dalam magnum opus Das Kapital, Marx menulis tentang "cara produksi kapitalis" dengan menggunakan metode pemahaman yang sekarang dikenal sebagai Marxisme. Namun, sementara Marx jarang menggunakan istilah "kapitalisme", namun digunakan dua kali dalam interpretasi karyanya yang lebih politik, terutama ditulis oleh kolaborator Friedrich Engels. Pada abad ke-20 pembela sistem kapitalis sering menggantikan kapitalisme jangka panjang dengan frase seperti perusahaan bebas dan perusahaan swasta dan diganti dengan kapitalis rente dan investor sebagai reaksi terhadap konotasi negatif yang terkait dengan kapitalisme.
3. Komunisme
Komunisme adalah sebuah ideologi. Penganut paham ini berasal dari Manifest der Kommunistischen yang ditulis oleh Karl Marx dan Friedrich Engels, sebuah manifesto politik yang pertama kali diterbitkan pada 21 Februari 1848 teori mengenai komunis sebuah analisis pendekatan kepada perjuangan kelas (sejarah dan masa kini) dan ekonomi kesejahteraan yang kemudian pernah menjadi salah satu gerakan yang paling berpengaruh dalam dunia politik.
Komunisme pada awal kelahiran adalah sebuah koreksi terhadap paham kapitalisme di awal abad ke-19, dalam suasana yang menganggap bahwa kaum buruh dan pekerja tani hanyalah bagian dari produksi dan yang lebih mementingkan kesejahteraan ekonomi. Akan tetapi, dalam perkembangan selanjutnya, muncul beberapa faksi internal dalam komunisme antara penganut komunis teori dan komunis revolusioner yang masing-masing mempunyai teori dan cara perjuangan yang berbeda dalam pencapaian masyarakat sosialis untuk menuju dengan apa yang disebutnya sebagai masyarakat utopia.
4. Sosialisme
Sosialisme atau sosialis adalah sistem sosial dan ekonomi yang ditandai dengan kepemilikan sosial dari alat-alat produksi dan manajemen koperasi ekonomi, serta teori politik dan gerakan yang mengarah pada pembentukan sistem tersebut. "Kepemilikan sosial" bisa merujuk ke koperasi, kepemilikan umum, kepemilikan negara, kepemilikan warga ekuitas, atau kombinasi dari semuanya. Ada banyak jenis sosialisme dan tidak ada definisi tunggal secara enskapitulasi dari mereka semua. Mereka berbeda dalam jenis kepemilikan sosial yang mereka ajukan, sejauh mana mereka bergantung pada pasar atau perencanaan, bagaimana manajemen harus diselenggarakan dalam lembaga-lembaga yang produktif, dan peran negara dalam membangun sosialisme.
Istilah ini mulai digunakan sejak awal abad ke-19. Dalam bahasa Inggris, istilah ini digunakan pertama kali untuk menyebut pengikut Robert Owen pada tahun 1827. Di Perancis, istilah ini mengacu pada para pengikut doktrin Saint-Simon pada tahun 1832 yang dipopulerkan oleh Pierre Leroux dan J. Regnaud dalam l'Encyclopédie Nouvelle. Penggunaan istilah sosialisme sering digunakan dalam berbagai konteks yang berbeda-beda oleh berbagai kelompok, tetapi hampir semua sepakat bahwa istilah ini berawal dari pergolakan kaum buruh industri dan buruh tani pada abad ke-19 hingga awal abad ke-20 berdasarkan prinsip solidaritas dan memperjuangkan masyarakat egalitarian yang dengan sistem ekonomi menurut mereka dapat melayani masyarakat banyak daripada hanya segelintir elite.
Gerakan politik sosialis mencakup beragam filsafat politik. Dikotomi inti dalam gerakan sosialis termasuk perbedaan antara reformisme dan sosialisme revolusioner dan antara sosialisme negara dan sosialisme libertarian. Sosialisme negara menyerukan nasionalisasi alat-alat produksi sebagai strategi untuk menerapkan sosialisme, sementara sosialis libertarian umumnya menempatkan harapan mereka pada cara desentralisasi demokrasi langsung seperti libertarian municipalisme, 'majelis, serikat buruh, dan dewan pekerja datang dari sikap anti-otoriter umum. Sosialisme demokratis menyoroti peran sentral proses demokrasi dan sistem politik dan biasanya kontras dengan gerakan politik non-demokratis yang mendukung sosialisme.[17] Beberapa sosialis telah mengadopsi penyebab gerakan sosial lainnya, seperti lingkungan, feminisme dan liberalisme.
5. Fasisme
Fasisme adalah gerakan radikal ideologi nasionalis otoriter politik. Fasis berusaha untuk mengatur bangsa menurut perspektif korporatis, nilai, dan sistem, termasuk sistem politik dan ekonomi. Mereka menganjurkan pembentukan partai tunggal negara totaliter yang berusaha mobilisasi massa suatu bangsa dan terciptanya "manusia baru" yang ideal untuk membentuk suatu elit pemerintahan melalui indoktrinasi, pendidikan fisik, dan termasuk eugenika kebijakan keluarga. Fasis percaya bahwa bangsa memerlukan kepemimpinan yang kuat, identitas kolektif tunggal, dan kemampuan untuk melakukan kekerasan dan berperang untuk menjaga bangsa yang kuat. pemerintah Fasis melarang dan menekan oposisi terhadap negara.
Fasisme didirikan oleh sindikalis nasional Italia dalam Perang Dunia I yang menggabungkan sayap kiri dan sayap kanan pandangan politik, tapi condong ke kanan di awal 1920-an. Para sarjana umumnya menganggap fasisme berada di paling kanan.
Fasis meninggikan kekerasan, perang, dan militerisme sebagai memberikan perubahan positif dalam masyarakat, dalam memberikan renovasi spiritual, pendidikan, menanamkan sebuah keinginan untuk mendominasi dalam karakter orang, dan menciptakan persaudaraan nasional melalui dinas militer . Fasis kekerasan melihat dan perang sebagai tindakan yang menciptakan regenerasi semangat, nasional dan vitalitas.
Fasisme adalah anti-komunisme, anti-demokratis, anti-individualis, anti-liberal, anti-parlemen, anti-konservatif, anti-borjuis dan anti-proletar, dan dalam banyak kasus anti-kapitalis Fasisme. menolak konsep-konsep egalitarianisme, materialisme, dan rasionalisme yang mendukung tindakan, disiplin, hirarki, semangat, dan keinginan. Dalam ilmu ekonomi, fasis menentang liberalisme (sebagai gerakan borjuis) dan Marxisme(sebagai sebuah gerakan proletar) untuk menjadi eksklusif ekonomi berbasis kelas gerakan Fasis ini. Ideologi mereka seperti yang dilakukan oleh gerakan ekonomi trans-kelas yang mempromosikan menyelesaikan konflik kelas ekonomi untuk mengamankan solidaritas nasional Mereka mendukung, diatur multi-kelas, sistem ekonomi nasional yang terintegrasi.
6. Demokrasi Ekonomi
Sistem ekonomi yang dianut oleh negara Indonesia adalah Sistem Ekonomi Pancasila atau yang disebut Sistem Demokrasi Ekonomi. Sistem ekonomi pancasila berdasarkan falsafah dan ideologi negara, yaitu Pancasila. Sebenarnya Sistem ekonomi Pancasila merupakan bagian dari sistem ekonomi campuran yang banyak dianut oleh negara di dunia, khususnya negara-negara berkembang.
Lalu apakah yang dimaksud dengan Sistem Demokrasi Ekonomi itu?
Sistem demokrasi ekonomi adalah suatu sistem perekonomian nasional yang merupakan perwujudan dari falsafah Pancasila dan UUD 1945 yang berasaskan kekeluargaan dan kegotongroyongan dari, oleh, dan untuk rakyat di bawah pimpinan dan pengawasan pemerintah.
Hal ini juga dijelaskan dalam TAP MPR No. IV/MPR/1999 dengan menggunakan istilah sistem ekonomi kerakyatan, di mana masyarakat memegang peran aktif dalam kegiatan ekonomi, dan pemerintah berusaha menciptakan iklim yang sehat bagi pertumbuhan dan perkembangan dunia usaha.
Apa Tujuan Sistem Demokrasi Ekonomi?
Sistem demokrasi ekonomi atau sistem ekonomi Pancasila adalah untuk mencapai kesejahteraan yang merata dan berkeadilan, sehingga tercapai kemakmuran rakyat.
Apa landasan atau dasar dari Sistem demokrasi ekonomi?
Sistem demokrasi ekonomi berlandaskan (berdasarkan) pada Pancasila dan UUD 1945 dan yang berasaskan pada kekeluargan dan gotong royong, Hal ini tertuang dalam pasal 33 Ayat 1, 2, 3 UUD 1945
Ciri-ciri positif demokrasi ekonomi sebagai dasar pelaksanaan pembangunan adalah:
a) Perkonomian disusun sebagai usaha bersama atas asas kekeluargaan.
b) Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai negara.
c) Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat.
d) Perekonomian nasional diselenggarakan berdasarkan atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional.
e) Sumber-sumber kekayaan dan keuangan negara digunakan untuk pemufakatan lembaga-lembaga perwakilan rakyat.
f) Warga memiliki kebebasan dalam memilih pekerjaan dan penghidupan yang layak.
g) Hak milik perorangan diakui dan pemanfaatannya tidak boleh bertentangan dengan kepentingan masyarakat.
h) Potensi, inisiatif, dan daya kreasi setiap warga negara dikembangkan dalam batas-batas yang tidak merugikan
bagi kepentingan umum.
i) Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara.
Ciri-ciri negatif demokrasi ekonomi:
a) Dapat menumbuhkan eksploitasi atau pemerasan terhadap manusia dan bangsa lain ( bawaan dari sistem ekonomi liberal yang bebas).
b) Negara beserta aparat ekonomi negara bersifat mendesak dan mematikan potensi, serta daya kreasi unit-unit ekonomi di luar sektor negara (bawaan dari sistem ekonomi sosiali (etatisme).
c) Pemusatan kekuatan ekonomi pada satu kelompok dalam bentuk monopoli yang merugikan masyarakat dan bertentangan dan cita-cita keadilan sosial.
Setelah membaca semua pengertian diatas, menurut kalian apa sih bedanya bisnis yang hanya mencari keuntungan dengan bisnis yang tidak hanya mencari keuntungan?
Kalau menurut saya, bisnis yang hanya mengejar keuntungan saja adalah bisnis yang hanya mencari uang, tidak memikirkan atau mengutamakan kesejahteraan dari para karyawannya, dan selalu memforsir kerja para karyawannya tanpa diimbangi dengan gaji sesuai. Dan bisnis yang tidak mengejar keuntungan saja adalah bisnis yang selalu mensejahterakan keadaan karyawannya dan memperhatikan semua bagian-bagian atau aspek-aspek yang ada di perusahaannya, menerima semua saran yang diberikan karyawannya maupun pelanggannya, memberikan fasilitas yang baik berupa sarana maupun prasarana dan tunjangan bagi karyawannya, membuat produk-produk yang berkualitas baik bagi para pelanggannya serta memberikan pelayanan prima yang baik pula bagi pelanggannya.
Lalu, bagaimana pandangan masyarakat sekarang dengan masyarak dahulu tentang bisnis?
Kalau menurut pendapat saya, Bisnis pada zaman dahulu lebih memikirkan dan memperhitungkan segala aspek yang dapat memajukan perusahaannya, bukan hanya mencari keuntungan. Dan untuk bisnis pada zaman sekarang, ada yang hanya memikirkan keuntungan dan ada pula yang tidak.
Sekian postingan saya kali ini…
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh..
Senin, 20 Oktober 2014
Minggu, 12 Oktober 2014
Pilihanku akuntansi
Assalamualaikum Warahmatullahi
Wabarakatuh;)
Salam sejahtera untuk semuanya...
Disini,
saya akan menceritakan alasan mengapa saya memilih jurusan akuntansi di
Universitas Gunadarma. Sebenarnya saya sangat asing dengan pelajaran
akuntansi, karena saya berasal dari SMK jurusan administrasi perkantoran. Saat
smk, saya sangat ingin belajar mengenai akuntansi dan berada di jurusan
akuntansi, namun karena sudah tidak bisa pindah jurusan lagi, jadi saya harus
tetap berada di jurusan administrasi perkantoran. Walaupun saya lebih menyukai
pelajaran akuntansi daripada ap, namun saya tetap bertanggung jawab dengan
pilihan awal saya yaitu administrasi perkantoran, saya tetap belajar dengan
giat dan lulus dengan hasil yang cukup memuaskan di smk saya. Dengan begitu,
saat kuliah saya sangat bertekad untuk mengambil jurusan akuntansi. Walaupun
banyak saudara saya yang bilang kalau akuntansi itu sulit, tetapi itu tidak
membuat saya merubah pikiran untuk belajar akuntansi. Justru karena kesulitan
tersebut, saya ingin mencoba dengan semua kemampuan saya untuk menguasai bidang
akuntansi. karena saya pikir, teman-teman smk saya dengan jurusan akuntansi
saja bisa menghadapi akuntansi, lalu mengapa saya tidak. jadi saya sangat
termotivasi untuk bisa menguasai bidang akuntansi. Mulai dari sekarang, saya
mencoba untuk menyukai dan bersungguh-sungguh pada semua pelajaran yang
mencakup akuntansi. Selain dari itu, peluang pekerjaan akuntansi juga sangat
banyak.
Untuk
pemilihan universitas, saya sama halnya dengan kebanyakan orang, yaitu mencoba
negeri terlebih dahulu. Saya mencoba semua jalur seperti pmdk, snmptn, dan
sbmptn untuk bisa masuk ptn. Namun, semuanya memang bukan jalan saya, jadi saya
gagal masuk ptn. Akhirnya saya memutuskan masuk ke Gunadarma lewat jalur
beasiswa. Karena menurut saya, Gunadarma merupakan salah satu pts terbaik di
Indonesia dan bahkan bisa bersaing dengan ptn-ptn.
Pesan
dari saya jangan pernah berkecil hati kalo kalian nantinya ga bisa dapet ptn,
karena kesuksesan kita ya tergantung kita, bukan dimana kita
belajar. Jadi, tinggal dari diri masing-masing saja mengasah semua
kemampuan yang ada, baik dalam segi akademik maupun softskill agar bisa
mendapat pekerjaan yang layak setelah lulus nanti. Jadi, alasan saya memilih
akuntansi adalah karena saya menyukainya dan memiliki peluang kerja yang banyak
dan cukup baik:).
Langganan:
Postingan (Atom)